CONNECTION_ERROR Sejarah | Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan



Sejarah

De Technische Hoogesschool te Bandoeng yang merupakan cikal bakal pendidikan tinggi teknik di Indonesia didirikan pada tahun 1920 di Bandung. Pada tahun 1959, lembaga tersebut menjadi Fakultas Teknik di bawah Universitas Indonesia. Di dalam Fakultas Teknik, terdapat Departemen Teknik Sipil yang terdiri atas Bagian Teknik Sipil dan Bagian Teknik Geodesi. Pada tahun 1962 berkembang dengan berdirinya Bagian Teknik Penyehatan (yang kini menjadi Departemen Teknik Lingkungan).

Dalam restrukturisasi ITB pada tahun 1973, terbentuk Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) sebagai salah satu fakultas di ITB yang terdiri atas Departemen Teknik Sipil dan Departemen Perencanaan dan Senirupa. Saat itu FTSP mencakup Jurusan Teknik Sipil; Jurusan Arsitektur; Jurusan Teknik Geodesi; Jurusan Teknik Lingkungan; Jurusan Teknik Planologi, Jurusan Seni Murni dan Desain. Pada Tahun 1985 Jurusan Seni Murni dan Desain ditingkatkan statusnya menjadi Fakultas Seni Rupa dan Desain. Seiring dengan perubahan status ITB, maka melalui SK Rektor ITB No. 222/SK/ K01/OT/2005 tgl. 29 Agustus 2005 Pengelolaan Satuan Akademik yang semula 6 (enam) Fakultas/Sekolah menjadi 11 (sebelas) Fakultas/Sekolah.

Dalam kaitan ini FTSP juga berubah menjadi Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL), dimana ada dua program studi yaitu Arsitektur dan Planologi membentuk fakultas tersendiri dengan nama Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK). Dengan demikian sejak tahun 2006 FTSL hanya membawahi 4 Program Studi, yaitu Teknik Sipil, Teknik Geodesi dan Geomatika, Teknik Lingkungan, serta Teknik Kelautan.
Berdasarkan SK Rektor ITB nomor  257/SK.K01/OT/2007  tanggal, 26 September 2007   tentang Pemindahan Program Studi Geodesi dan Geomatika dan Kelompok Keilmuan/Keahlian Geodesi, KK Inderaja dan Sains Informasi Geografis, KK Sains dan Rekayasa Hidrografi, KK Surveying dan Kadaster dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ke Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB.  Dengan demikian sejak tahun 2008 FTSL hanya membawahi 3 (tiga) Program Studi, yaitu Program Studi Teknik Sipil, Program Studi Teknik Lingkungan, dan Program Studi Teknik Kelautan.

Pada tahun 2012 telah dibuka tiga Program Studi baru masing-masing dua program Sarjana yaitu Program Studi Sarjana Rekayasa Infrastruktur Lingkungan (RIL), dan Program Studi Sarjana Teknik dan Pengelolaan Sumberdaya Air (TPSA) serta satu Program Studi Magister Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi (PIAS). Dengan demikian, sejak tahun 2012 FTSL ITB menyelenggarakan 13 Program Studi (Prodi) sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut ini. Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB (FTSL ITB) dipimpin oleh Dekan dan para Wakil Dekan yang terdiri atas Wakil Dekan Bidang Akademik (WDA), Wakil Dekan Bidang Sumberdaya (WDS).

 

b a c k

Melewati Usia Emas ITB